Translate

Jumat, 29 November 2013

Homade Roti Mariyam a.k.a Prata a.k.a Canai

Aku kenal roti mariyam ini sejak masih kecil di kampung halamanku di Banyuwangi. Biasanya aku makan tanpa topping atau cocolan apapun, paling di tabur gula pasir aja dah ennak banget. Di batam aku kenal roti ini dengan sebutan roti Prata.

Waktu liburan ke rumah mama dan papa di Banyuwangi beberapa bulan yang lalu sama anak-anakku, senang rasanya bisa ngerasain roti ini lagi. Karena aku kurang suka versi roti mariyam di batam yang super tipis dan agak tawar, karena memang dicocol ke kuah kari yang sudah kaya rasa.

waktu itu, mama hampir tiap minggu beli roti mariyam frozen ke temannya yang memang khusus jual makanan-makanan frozen, karena memang aku, papa dan ternyata anak-anakku juga pada doyan ma roti ini. Biasanya kita makan untuk sarapan, tapi buat camilan sore hari juga sering. Tinggal panaskan  di microwave selama 1 stengah menit, roti mariyam yang lezat langsung bisa dinikmati.

Tapi lama-lama aku penasaran juga gimana sih cara buatnya. Mama juga mendukung, soalnya kayaknya mama mulai males harus ke rumah temannya yang jauh banget dari rumah hanya untuk beli roti ini, dan sepertinya asik juga kalau makan roti mariyam buatan sendiri. Mulailah aku bertapa di depan laptop cari resep yang ok dengan bantuan mbah gugel. Dapatlah aku sebuah resep yang sudah kupraktekkan dua kali. Tapi hasilnya masih kurang memuaskan, ga seperti roti mariyam frozen yang kita sering beli. Papa bilang kurang asin, tampilannya juga kurang cantik. Hmmmmm......makin besar deh rasa penasaranku untuk menaklukkan roti tanpa ragi ini.

Sampai akhirnya aku balik ke batam, belum juga aku bisa bikin roti mariyam yang ok. Tapi aku ga menyerah, sampai akhirnya berakhirlah pencarianku. Resep yang satu ini bener-bener sesuai dengan seleraku, dan juga mungkin papa walaupun ga bisa ikut nyicipin hihi... Kulit luarnya krispi, tapi moist didalam, asinnya juga paaaas banget. Anak-anakku seneng banget bisa ngerasain lagi roti mariyam seperti yang mereka sering makan waktu di Banyuwangi. Cukup taburi gula di atasnya, hangat-hangat dimakan hmmmmm.....lezato, bahkan menurutku lebih enak dibandingkan roti mariyam frozen yang di Banyuwangi, dan ternyata suamiku juga doyan setelah mencicipi, alhamdulillah........


Roti Mariyam
source:  blog bunda riyang

Bahan-bahan
  • 1 kg tepung terigu (aku pakai cakra kembar)
  • 2 butir telur utuh
  • 2 kuning telur
  • 4 sdm susu bubuk
  • 1 1/2 sdm garam
  • 175 cc minyak goreng
  • 450 cc air hangat
Cara Membuat

1. Siapkan wadah, masukkan air, minyak goreng dan telur aduk dengan garpu. Masukkan bahan kering uleni sampai kalis.  Diamkan adonan minimal 1 jam sambil ditutup plastik wrapping . Adonan dibagi 22 masing – masing dioles minyak or mentega cair. Diamkan lagi lebih kurang 15 menit .

2.Tipiskan di meja yang diolesi minyak, aku menipiskan pakai tangan aja, sampai tipis sekali kayak martabak yang dijual abang abang itu lo, jadi kalo diangkat agak transparan bolong bolong dikit nggak apa-apa :roll: .

3. Olesi dengan 1 sdm margarin leleh, gulung seperti mewiru kain or bikin kipas dari kertas, buletkan dua sisi seperti obat nyamuk sambil ditarik, tumpuk dua sisi buletan tadi. Bikin smua sampai selesai dulu, baru digoreng satu satu. Diatas teflon yang dioles margarin sambil adonan digepengkan 1/2 cm.



Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...